(Puisi) Angan

Makian dari langit menggelegar
Sang awan menangis, mengeluarkan amarahnya
Pohon pohon merintih, menggelengkan kepalanya
Memekik, ku memeluk angan
Pertiwi tak merestui

Anganku, anganmu
Awan awan mulai menenangkan amarahnya
Secercah sinar menyilaukan tekadku
Ku melaju, kobaran membakar hatiku

Kita harus bersatu!
Titikan gerimis terasa kembali
Tak kuduga, bola mataku kembali berkaca

Ku ingin menghitung caranya.

Komentar

Postingan Populer